Mengalami Amerika (9): Segarnya Air Danau “Keong”, Minnesota

Oleh: Api Sulistyo

Saya punya kenalan bernama Robie, yang tinggal di sebuah daerah bernama Shoreview di bagian utara kota Minneapolis, Minnesota, Amerika. Kami berkenalan pada tahun 2007 ketika kami bekerja di tempat yang sama, Macalester College di kota Saint Paul. Saya bekerja di bagian personalia dan Robie bekerja sebagai kepala bagian security (keamanan) kampus. Dia memang bekar anggota Angkatan Udara Amerika dan pernah bertugas di beberapa negara di Asia.

Dalam dua bulan terakhir ini saya sering bertemu dengan Robie bersama dengan satu teman lain, Ramon, yang juga kami kenal di tempat kerja yang sama. Pada hari Minggu pagi sebelum jam 8:00 Ramon dan saya datang ke rumah Robie dan kami jalan-jalan pagi biasana sejauh 11 sampai 12 kilometer. Salah satu tempat yang menarik perhatian saya adalah sebuah danau yang indah bernama Snail Lake atau danau Keong. Mungkin dulu-dulunya ada banyak keong di danau ini. Saya tertarik dengan danau ini karena teringat istri saya yang suka naik kayak. Pasti akan menyenangkan sekali kalau bisa meluangkan waktu naik kayak di danau ini.

Berkali-kali saya bercerita tentang danau Keong kepada istri saya, Tami, dengan harapan dia tertarik untuk pergi ke sana. Atau jalan-jalan dengan kami terus mengunjungi danau itu. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya istri saya bersedia datang. Mungkin dia mau datang supaya saya berhenti cerita tentang danau itu.

Hari Minggu pagi di awal bulan September kami bangun pagi. Sebelum jam 8 pagi kami meninggalkan rumah kami dengan kopi panas dan dua kayak kayak di dalam mobil. Kami juga sudah siap dengan pakaian untuk jalan-jalan. Kami bertemu dengan Ramon di sebuah taman yang telah kami tentukan. Sekitar 15 menit dari rumah kami. Ramon tidak tahu bahwa istri saya akan datang dan ikut jalan-jalan. Selanjutnya kami pergi ke rumah Robie, di Shoreview. Kedatangan istri saya juga jadi ‘surprise’ untuk Robie. Dia kaget ketika dia melihat istri saya karena memang sudah lama sekali tidak ketemu.

Naik Kayak

Kami mulai jalan-jalan dari rumah Robie. Seperti biasanya kami melewati taman, daerah pemukiman, dan jalan-jalan luar kota. Rasanya kami tak pernah kehabisan bahan untuk dibicarakan. Ada yang cukup penting, tetapi lebih banyak yang ringan-ringan dan lucu. Termasuk juga cerita-cerita tentang anak-anak kami. Dengan bantuan jam GPS (Global Positioning System), kami bisa tahu jarak yang kami tempuh. Robie dan Ramon akan melewati jalur biasanya dan kami akan kembali setelah mencapai 4 kilometer dan kembali ke rumah Robie karena ingin pergi ke danau.

Pagi itu danau Keong terlihat sepi. Hanya ada beberap perahu orang mancing. Matahari masih berada di sebelah timur dan mulai terasa hangat. Air danaunya bersih sekali. Saya bisa melihat dasarnya danau, tetumbuhan, dan ikan-ikan warna-warni berbagai ukuran. Kami menyusuri bagian timur danau dan merasakan teduhnya pohon-pohon di pinggir danau.

Kebanyakan orang yang tinggal di sana memiliki perahu. Bahkan ada yang punya lebih dari satu. Satu untuk ‘jalan-jalan’ di danau. Yang lain untuk mancing. Saya lihat juga kayak dan sampan yang tengkurup di belakang rumah. Kami menyusuri tepian danau tak kurang dari satu setengah kilometer. Tiba-tiba saya bertanya pada diri saya sendiri, “Di mana keongnya, kok tidak ada?” Saya mulai melihat dengan lebih seksama dan saya mulai menemukan rumah-rumah keong kosong yang mengapung di atas permukaan air. Mungkin memang benar bahwa danau ini diberi nama danau Keong karena ada banyak keong.

Ketika kami siap untuk pulang, saya merasa belum puas kalau belum bisa merasakan segarnya air danau. Tidak hanya dengan tangan atau kaki saja. Rasanya pingin langsung ‘ambyur’ (terjun) ke air. Agak dingin tapi sangat menyegarkan. Dan itulah yang saya lakukan. Kutarik kayak ke tempat yang lebih dalam dan saya berenang menikmati anugerah alam yang indah.

Inilah cerita ringan dari Minnesota yang hanya terjadi di musim panas atau waktu udara masih hangat. Kegiatan kami sangat ditentukan oleh cuaca dan suhu udara. Mungkin minggu depan kami tidak bisa lagi berenang di danau karena semakin dingin. Apalagi kalau sudah musim dingin. Mumpung masih ada kesempatan, janganlah disia-siakan! Perlahan danau mulai menguning. Pertanda musim gugur segera tiba.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s