Mengalami Amerika (10): Jagungnya Enak Dan Pejualnya Keren

Oleh: Api Sulistyo

Setiap musim panas kebanyakan anak-anak di Amerika menikmati liburan yang tidak tanggung-tanggung lamanya. Hampir tiga bulan. Dari pertengahan Juni sampai awal September. Terus ngapain saja selama liburan itu? Banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengisi liburan. Antara lain mengikuti pelatihan olahraga atau kursus-kursus lainnya untuk meningkatkan ketrampilan. Selain itu mereka juga meluangkan waktu berliburan bersama keluarga atau teman-teman mereka. Dan yang tak kalah pentingnya adalah bekerja. Untuk bisa bekerja di musim panas atau “summer job” merupakan impian bagi anak-anak usia sekolah di Amerika. Selain mendapatkan pengalaman, tentu saja mereka tegiur oleh uang yang mereka dapatkan.

Yang ingin saya ceritakan di sini adalah pengalaman kerja anak-anak kami. Percaya atau tidak mereka bekerja sebagai penjual jagung di sebuah warung yang terletak di pusat bazar (State Fair) negara bagian Minnesota. Bazar ini terjadi selama sekitar 12 hari antara akhir Agustus dan awal September. Mereka cukup beruntung bisa mendapatkan pekerjaan ini lewat teman dekat dan kenalan mereka. Pekerjaannya tidak sulit tapi banyak yang dapat mereka pelajari.

Dengan upah paling rendah sesuai UMR, sekitar $9,5 per jam, mereka merebus jagung, membuka kulit (klobot)nya, mencelupkan ke dalam cairan mentega dan menyajikan kepada pembeli. Ada juga yang bertugas menjual tiket dan membersihkan sampah. Warung ini sangat terkenal selama bazar dan dalam 12 hari mereka bisa menjual ratusan ribu batang jagung dengan harga $3 per batang. Tahun yang lalu anak kami Megan dan David sempat kerja sebagai penjual jagung. Mereka sangat menyukai pengalamannya. “It is really fun,” katanya. Tahun ini mereka tidak lagi kerja di sana. Megan baru saja selesai kuliah dan mulai kerja tetap. Sedangkan David sibuk dengan kegiatan marching band di sekolahnya dan latihan maupun melatih gymnastic. Tahun ini adalah giliran anak bungsu kami, Alex sebagai penual jagung.

Pihak manajemen mengelola warung ini dengan sangat baik. Saya mengantar Alex mengikuti orientasi yang diselenggarakan dengan sangat informal di suatu tempat parkir. Padahal Alex hanya akan kerja selama 39 jam. Karena dia pekerja baru, dia harus menghadiri orientasi. Lebih dari seratus pekerja dikaryakan selama 12 hari. Mereka diberi kaos serta topi warna putih dan kuning sebagai identitas mereka. Kaos dan topi ini harus dipakai sesuai jadwal dan peraturan. Saya kira seragam ini membuat mereka tidak malu lagi kerja sebagai penjual jagung. Malah sebaliknya mereka menjadi bangga.

Seperti halnya kerja di suatu perusahaan mereka harus tepat waktu, melakukan tugas dengan baik, belajar kerja sama dengan orang lain, dan berjiwa melayani. Dalam orintasi ditekankan juga supaya mereka menjaga kebersihan, menghomati jam istirahat, dan selalu bersikap sopan di manapun mereka berada selama mereka memakai kaos dan topi kerja. “Kalau kamu tidak sibuk, cobalah untuk kelihatan sibuk,” begitu tutur pembina orientasi. Pada jam kerja mereka dilarang keras menggunakan HP. “HP mu akan saya sita dan baru boleh diambil sebelum kamu pulang,” lanjut sang pembina memberi peringatan.

Pada hari pertama pembukaan bazar, Kamis tanggal 24 Agustus, saya dan istri saya sempat mendatangi warung jagung rebus ini. Ada antrian panjang di depan kami dan kami harus bersabar. Puluhan ribu pengunjung menikmati hari pertama bazar. Cuaca sangat nyaman dan lokasi tidak berdebu. Aroma jagung rebus dan mentega menggugah gairah makan. Tiba-tiba saya merasa lapar. Sesampai di loket ada tiga cewek penjual tiket. Eh, ternyata salah satunya adalah, Sidney, teman kuliahnya anak kami Megan. Setelah membayar kami diberi tiga tiket untuk ditukarkan dengan jagung yang sudah direbus dan dicelupkan ke mentega. Beberapa pekerja mau memberikan jagung kepada saya. Tentu saja saya pilih yang paling besar dan saya taburi garam supaya terasa lebih nikmat. Dan memang betul. American sweet corn terasa nikmat.

 

 Copyright@2017StoryLighthouse. All Rights Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s