Mengalami Amerika (11): Mengintip Proses Orientasi Siswa Baru SMA Eastview

Oleh: Api Sulistyo

Cerita ini sangat kental dengan dunia pendidikan. Anak kami, Alex Sulistyo memulai pendidikan tingkat SMA pada musim gugur tahun ini, 2017. Sekedar informasi, jenjang pendidikan di Amerika sedikit berbeda dengan di Indonesia di mana tingkat SD berlangsung selama lima tahun, SMP tiga tahun, dan SMA empat tahun. Jadi walaupun dia masuk SMA, tetapi sebetulnya setara dengan kelas tiga SMP di Indonesia.

Seminggu sebelum sekolah mulai, tepatnya pada hari Rabu sore tanggal 30 Agustus, Alex harus menghadiri acara orientasi di sekolah barunya, SMA Eastview mengikuti jejak kakak-kakaknya, Megan, Ingrid, dan David. Orangtua pun harus datang pada acara ini karena orangtua harus berperan aktip dalam proses pendidikan anak.

Semua diberi kesempatan

Acara dimulai tepat jam 6:30 sore. Sekitar 500 siswa/i baru beserta orang tua mereka dikumpulkan di arena olahraga sekolah. Puluhan guru dan pembimbing duduk di tempat tertentu yang telah disiapkan untuk mereka. Sebelum sambutan dari kepala sekolah, kami disuguhi potongan-potongan video dan foto tentang SMA Eastview dengan latar belakang musik ritme cepat yang membuat hadirin ingin berjingkrak. Mereka mau memberi kesan bahwa SMA Eastview bukan hanya sekedar tempat belajar, tetapi juga suatu komunitas di mana semua siswa, orangtua, dan para pendidik menjadi anggotanya.

Saya pribadi sangat terkesan oleh sambutan dari kepala sekolah. Dia mengatakan bahwa sekolah dengan jumlah murid tak kurang dari 2000 murid ini berprasetya untuk memberikan kesempatan belajar dan berkembang bagi semua murid dari berbagai latar belakang. Sebagai hasil dari pendidikan yang berdasar pada agama tertentu, saya jadi bertanya: mengapa masih ada pendidikan yang didasarkan pada ajaran atau agama tertentu? Bukankah ini berarti kita membeda-bedakan anak didik karena hanya menerima murid yang menganut ajaran atau agama tertentu? Biarlah para ahli di bidang pendidikan menajawab pertanyaan ini.

Beberapa lulusan juga diundang untuk memberikan pesan singkat tentang pengalaman yang menyenangkan selama belajar di SMA Eastview. Mereka harus kerja keras dengan studi mereka, tetapi pada saat yang sama mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Akhirnya kami juga dihibur oleh Dance Team, Cheer Leaders, dan Marching Band yang dengan penuh semangat dan banyak energi memamerkan kebolehan mereka.

Guru Kelas

Bagian kedua dari orientasi terjadi di ruang kelas. Masing-masing anak dibimbing oleh seorang guru kelas di ruang kelas tertentu. Setiap pagi mereka akan masuk ke ruang kelas ini sebelum pergi ke ruang kelas lain sesuai mata pelajaran yang diambil. Pada pertemuan itu, guru kelas juga menjelaskan tentang kepemilikan iPad dan persetujuannya. Masing-masing anak mendapatkan iPad dan menawarkan jaminan kalau hilang atau rusak dengan uang jaminan $20 per tahun. Guru kelas kemudian mengirim anak-anak untuk menemui dan memperkenalkan diri dengan para guru mata pelajaran yang diambil. Karena anak-anak kami lainnya juga sekolah di sini, beberapa guru mengenali ‘nama keluarga’ kami, Sulistyo. “Are you a Sulistyo too?” sambutnya dengan senyum lebar. Dan saya bilang, “Ya, benar. Dia Sulistyo juga. Dan saya berjanji, ini yang terakhir,” gurau saya. Dan kami semua tertawa lepas. Setelah bertemu dengan semua guru mata pelajaran, saya kira ada tujuh, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi acara perekruitan anggota baru untuk berbagai kegiatan yang bisa diikuti. Kegiatan-kegiatan ini sangat penting supaya siswa merasa ‘connected’ dan menjadi bagian dari komunitas Eastview.

Kegitan Sekolah

Puluhan jenis kegiatan mencoba menawarkan program mereka. Dari yang saya lihat kegiatan-kegiatan ini berkenaan dengan: olahraga, belajar bahasa, tim debat, theater, kesenian, computer programming, robotics, bahkan ada program untuk pengelolaan keuangan.

Saya tahu pasti Alex akan mendaftar di tim Swimming and Diving karena sejak dua tahun terakhir dia sudah menjadi anggota tim ini. Dia malah lihat fotonya dipajang di kios. Sekedar informasi juga, anak SMP kelas 7 di Amerika boleh ikut tim olahraga tingkat SMA. Tentu saja harus memenuhi kwalifikasi yang ditentukan. Sejak kelas 7 Alex menjadi anggota tim Swimming and Diving SMA Eastview dan mengenal cukup banyak anggota tim lainnya. Dia bukan perenang malainkan diver (loncat indah). Selain itu saya lihat dia juga mendaftarkan diri di tim tennis lapangan untuk musim semi tahun depan. Dan saat ini dia mengikuti pelatihan lari cross-country jarak pendek dan jarak sedang.

Dia sangat ragu-ragu untuk ikut program drama atau theater. Katanya dia tidak suka merasa gugup atau nervous sebelum latihan apalagi sebelu pentas. Saya bisa mengerti kekhawatirannya. Tetapi dia cukup berbakat di bidang ini. Setelah kami bicarakan akhirnya dia bersedia mendaftar diri. Akan kita lihat nanti perkembangannya. Semoga dia tidak mengundurkan diri.

Acara orientasi yang berlansung sekitar dua setengah jam ini berjalan lancar. Banyak relawan yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaannya. Materi yang disampaikan sangat penting dan berguna. Kedepannya semoga proses pendidikan ini membantu menciptakan lulusan yang mampu mengambil keputusan yang bijak bagi masa depan mereka dan masyarakat.

 

Copyright@2017StoryLighthouse. All Rights Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s