Mengalami Amerika (20): Bersedia Diobok-obok Demi Sumbangan

Oleh: Api Sulistyo

Siap diobok-obok dengan kue pie.

Akhir Agustus lalu anak kami, Ingrid, memulai kuliah di University of Minnesota. Untuk membantu proses penyesuaian diri dengan kehidupan kampus, dia menjadi anggota organisasi kemahasiswaan khusus putri atau secara umum disebut sorority. Organisasi untuk mahasiswa disebut fraternity. Setelah melamar dan melewati proses penyaringan bagai mencari pekerjaan dia di, terima menjadai anggota Pi Beta Phi. Nama ini seakan ada hubungannya dengan kue pie. Padahal tidak benar sama sekali. Tetapi orang akan mengingatnya kalau diasosiasikan dengan kue pie. Dengan keanggotaan ini Ingrid akan menjalin jaringan dengan mahasiswi lain dari berbagai jurusan dan angkatan. Diharapkan jalinan ini tetap terjaga sampai jauh setelah lulus nanti.

Salah satu kegiatan organisasi ini adalah penggalangan dana untuk membeayai program mereka. Dua minggu yang lalu kami, orangtua, dan kenalan diundang untuk menghadiri fund raising untuk membantu mengurangi buta huruf. Ya, benar. Amerika pun memiliki masalah buta huruf terutama dari kalangan masyarakat ekonomi lemah.

Harga satu tiket untuk para tamu sebesar $5 dan disuguhi seiris kue pie dan minuman panas. Acara dilakukan di belakang kos-kosan putri di dalam kampus yang biasanya dipakai untuk tempat parkir. Ratusan pengunjung ikut mendukung acara ini. Begitu kami tiba di tempat acara, kami melihat Ingrid sedang ngobrol dengan teman-temannya. Dia langsung bangkit berdiri menemui kami. Dia memakai kaos khusus warna abu-abu dengan tulisan “Pie Me” di punggungnya. Untuk menyemarakanan acara, pengunjung bisa membeli kue pie seharga $2 dan menablekkan kue itu ke wajah anggota organisasi. Dan itulah yang kami lakukan. Empat orang membeli kue pie dan secara bergantian menablek dan mengobok-obok wajah Ingrid yang berdiri dibelakang papan dan terbungkus tas plastik yang biasa dipakai untuk sampah.

Selain dublak-mendublak kue pie, panitia juga menjual tiket undian dengan hadiah yang menarik yang disenangi anak-anak muda seperti handphone, asesori musim dingin, dan barang-barang untuk berdandan. Belakangan saya dengar dari Ingrid bahwa acara penggalangan dana itu berhasil dengan baik. Targetnya untuk mendapatkan dana sebesar $4,000 dan mereka berhasil menggalang $5,700.

Selamat dan semoga membantu.

Ingrid dengan ibu dan nenek.

Copyright@2017StoryLighthouse. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s