Mengalami Amerika (21): Wah Servisnya Sesuatu Banget

Oleh: Api Sulistyo

Pada akhir bulan September saya menerima sebuah kartu pos dari Minnesota Department of Public Safety bagian Driver and Vehicle Services. Isi kartu pos ini adalah pemberitahuan bahwa masa berlaku SIM saya akan berakhir dan saya perlu memperbaruinya. Kartu pos ini lebih lanjut menjelaskan proses pembaruan SIM, beaya, serta website untuk mencari lokasinya yang paling dekat. SIM saya memang akan kadalu warsa pada akhir November. Berhubung saya belum ada rencana untuk melakukan pembaruan, kartu pos itu saya taruh di atas meja kecil di samping tempat tidur saya.

Akhirnya pada tanggal 5 Oktober saya memutuskan untuk pergi ke kantor urusan SIM pas istirahat makan siang. Kantor ini kebetulan hanya 2,5 Km dari rumah saya dan saya kerja dari rumah.

Ketika saya masuk, saya lihat ada dua tamu yang sedang dilayani oleh dua petugas. Dan di depan saya ada seorang ibu yang sedang antri diantar oleh seorang laki-laki yang kemungkinan suaminya.

“Kalau mau memperbarui SIM, silahkan ini formulir di meja,” salah satu petugas menyuruh kami dengan suara agak keras sambil menggenggam tilpun di tangan kanannya. Saya menoleh ke maja dan ada setumpuk formulir berlapis dengan kertas warna-warni. Ada juga gelas yang penuh dengan balpen.

Ketika mendapat giliran, saya serahkan formulir ke petugas. Dia merampungkan pengisiannya dan mulai mengetik di keyboard komputernya. “Dua puluh lima dollar, dua puluh lima sen,” katanya.

“Bisa dengan kartu kredit,” jawab saya.

“Bisa, tetapi anda akan kena beaya administrasi.” dia menjelaskan.

“Ah, saya bayar cash saja,” sambil membuka dompet saya. Saya tidak mau bayar administrasi walaupun hanya sekitar 3 dollar.

“Silahkan pergi ke sana dan berdiri di depan tembok untuk ambil foto,” suruhnya sambil menunjuk ke bagian lain dalam kantor. Dia juga menyuruh saya untuk melihat hasil jepretannya. Kemudian dia menyuruh saya menempelkan kepala saya ke sebuah monitor kecil dan membaca huruf-huruf yang muncul di baris paling atas. Saya segera menyadari bahwa itu adalah alat untuk mengetes mata. Saya juga harus menjawab di sebelah mana ada lampu menyala di monitor itu.

“Anda lulus,” katanya.

Dia menyerahkan kembali salah satu formulir warna kuning yang tadi saya isi. “Simpanlah formulir ini sebagai SIM sementara anda. SIM aslinya akan dikirim lewat pos dalam waktu 10 hari. Apakah anda punya pertanyaan?”

“Tidak. Terima kasih. Sudah selesai?” tanya saya.

“Ya. Kita sudah selesai. Selamat siang.” Jawabnya sambil tersenyum dan siap melayani tamu berikutnya.

Prosesnya berjalan lancar, tidak sampai 20 menit. Dan sembilan hari berikutnya saya menerika SIM saya yang baru lewat pos.

 

Pelayanan yang mengesankan dan menyenangkan. Terima kasih Minnesota Department of Public Safety.

 

Copyright@2017StoryLighthouse. All Rights Reserved.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s