Mengalami Amerika (22): Banyak Hantu Di Depan Rumahku

Oleh: Api Sulistyo

Mayat itu tidak dikubur dengan sempurna. Tengkoraknya nongol, mulutnya mengaga. Beberapa arwah gentayangan di pepohonan. Mengiibaskan kain gelap beraroma menyan mengerikan. Ada arwah yang terjerat siksa, berteriak membelah angkasa untuk meraih kebebasan. Bahkan ada yang terjerat dipohon oleh rumah laba-laba. Pada malam suasana menjadi lebih mencekam. Tengkorak dan tulang-tulang samar terlihat berserakan di sekitar nisan bertuliskan “RIP”. Rest In Peace. Requiescat In Pace. Beristirahatlah Dalam Damai. Tetapi jelasnya mereka adalah hantu yang tersiksa selama-lamanya.

Itulah pemandangan di pekarangan depan tetanggaku tante Gussy. Dia suka sekali menghiasi rumahnya baik bagian dalam maupun luar. Nampak sekali dia sudah siap menyambut Halloween yang akan diramaikan akhir bulan ini. Pada hari Jumat dia tante Gussy mengundang kerabat dan tetangga untuk merayakan Halloween di rumahnya dan dia selalu menentukan tema acaranya. Untuk tahun ini temanya adalah “The Death Can Dance.” Orang mati bisa menari. Dengan tema ini diharapkan para tamu akan berdandan seperti orang mati, tapi mereka akan ramai-ramai menari pada saat pesta.  Sayang sekali saya tidak akan bisa menghadiri pesta di rumahnya karena akan keluar kota.

Pesta Halloween sering diasosiasikan dengan setan, roh jahat, kematian, darah, kubura, pisau, pedang, dan hal-hal lain yang mengerikan. Banyak anak muda ingin merayakannya supaya bisa tampil beda dengan dandanan yang aneh-aneh. Untuk anak-anak kecil mereka akan datang dari rumah ke rumah-rumah diantar orang dewasa untuk mendapatkan gula-gula dan makanan-makanan manis lainnya. Tapi perlu diingat bahwa banyak orang juga yang tidak ingin merayakan pesta Halloween. Biasanya mereka tidak menghiasi bagian depan rumahnya dengan figur-figur yang menakutkan. Mereka juga akan mematikan lampu-lampu di depan rumah mereka sehingga anak-anak tidak akan datang mengharapkan gula-gula. Buah waloh yang telah diukir bagai wajah mengerikan biasanya menjadi tanda utama Halloween.

Terlepas dari masalah setuju atau tidak, pesta Halloween masih menjadi pesta yang menyenangkan bagi masyarakat di dekat tempat tinggal kami di Minnesota, Amerika. Tak mau ketinggalan masyarakat Indonesia di Minnesota juga akan kumpul-kumpul dan berdandan untuk Halloween akhir pekan ini. Tentu saja ini menjadi kesempatan untuk merasakan aneka makanan dan minuman rasa Nusantara.

 

Copyright@2017StoryLighthouse. All Rights Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s