Mengalami Amerika (26): Berpacu Dengan Cuaca

Oleh: Api Sulistyo

Waduh musim dingin datang lagi di belahan bumi utara. Pakaian tebal mulai kita keluarkan dari kloset. Tidak lupa kaos tangan dan topi. Kaos kakipun mulai pilih-pilih yang tebal. Pokoknya jangan sampai kedinginan. Pekarangan rumah sedapat mungkin bersih dari daun-daun yang gugur karena akan lebih susah membersihkannya di musim semi. Mungkin mobil perlu ganti ban baru supaya tidak mudah terpeleset di salju dan es. Daftar kegiatan untuk persipan musim dingin bisa panjang sekali.

Minggu yang lalu saya membersihkan perapian dan mencobanya. Cerobong asap lancar. Kayu terbakar dengan baik. Kami pasti akan menggunakannya beberapa kali selama musim dingin. Tetapi ada kegiatan yang tak kalah pentingnya untuk menyambut musim dingin dan tahun baru yaitu memasang lampu di luar rumah dan pohon natal beserta aneka hiasannya.

Akhir pekan kemarin saya melihat tetangga saya menaikki tangga memasang lampu warna-warni di atap rumahnya. Cuaca agak dingin hari itu dan dia mengenakan beberapa helai pakaian hangat. “Kenapa harus tergesa-gesa,” pikir saya. Natalannya kan masih sebulan lagi. Tetapi mengingat cuaca tidak terlalu dingin, akhirnya saya ingin memasang lampu di atap rumah kami juga. Saya ingin merampungkannya sehingga tidak harus mikir lagi. Beberapa lampu dari tahun lalu masih bisa menyala dan hanya perlu beli beberapa yang baru. Yang sudah mati langsung kami buang. Akhirnya memang saya merasa lega bahwa lampu sudah menyala. Saya tidak harus kedinginan nanti untuk memasang lampu. Banyak kegiatan kita memang sangat dipengaruhi oleh cuaca. Banyak orang yang melihat ramalan cuaca setiap hari terutama di musim dingin. Saya belum punya kebiasaan lihat ramalan cuaca dan kegiatan saya sering harus berubah karena cuaca yang tidak mendukung.

Keluarga kami pernah punya ‘tradisi”. Sehari setelah perayaan Thanksgiving pada hari Kamis keempat di bulan November, kami pergi keluar kota untuk membeli pohon natal langsung dari petani. Memang harganya sedikit lebih mahal dibanding harga di toko, tetapi pengalamannya menarik untuk kami. Beberapa tahun terakhir kami tidak lagi melakukan tradisi itu. Kami membeli pohon natal yang sudah tersedia di toko, terus kami pasang di pojok ruang tamu. Beberapa kotak kardus berisi ornamen pohon natal sudah kami keluarkan dari gudang. Kami akan menentukan suatu malam setelah makan malam untuk bersama-sama menghiasi pohon natal kami.

Lampu natal dan pohon natal tidak akan mengubah suhu udara yang dingin. Selama beberapa hari kami akan mengalami suhu jauh di bawah titik beku. Tetapi lampu-lampu dan pohon natal itu bisa memberikan kehangatan dalam jiwa kami.

 

 

Copyright@2017StoryLighthouse. All Right Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s