Mengalami Amerika (30): Mau Mengeluh, Up To You!

Oleh: Api Sulistyo

Pemandangan di depan rumah kami. Matahari jauh di belahan bumi bagian selatan.

Akhir pekan lalu masyarakat di Minnesota bersuka-cita karena menerima cuaca yang hangat. Pada hari Sabtu dan Minggu, suhu udara mencapai sekitar 10 derajad Celsius. Termasuk sangat hangat untuk bulan Desember. Banyak orang menikmatinya dengan melakukan aneka kegiatan di luar rumah. Bahkan istri saya malah nekad naik kayak di sungai Minnesota.

Perubahan suhu yang sangat drastis menjadi salah satu karakteristik negara bagian Minnesota ini. Hari Selasa kemarin suhu tiba-tiba turun menjadi minus 15 derajad Celsius dibarengi dengan angin kencang dan salju. Banyak orang senang dengan kedatangan salju karena akan ada “white Christmas”. Lucu rasanya kalau yang ada adalah “brown Christmas”.

Kedatangan udara dingin dan salju membawa kami ke kenyataan bahwa sekarang ini adalah musim dingin. Kita bisa mengeluh dengan cara apapun dan kepada siapapun, tetapi suhu dingin tidak akan berubah, jalan-jalan tetap licin, dan semakin banyak salju akan turun sampai bulan Maret atau April depan. Yang kita ubah adalah sikap kita terhadap perubahan cuaca tersebut. Kalau tak mau kedinginan ya silahkan pakai baju hangat, berolah-raga, menikmati hidangan atau minuman panas.

Tetapi sejujurnya, pada musim dingin seperti inilah saya sering memikirkan betapa indah dan nyamannya hidup di Indonesia. Memang ada berbagai bencana alam juga seperti hujan badai, banjir, dan gunung meletus. Nasi goreng dan teh panas tak kebayang nikmatnya. Kalau mau bepergian, pakai sandalpun jadi dan tak perlu berpakaian berlapis-lapis.

Kemarin anak kami, Megan, punya masalah dengan mobilnya yang terkubur salju. Walaupun sudah dibersihkan, masih banyak salju tersisa di sekeliling mobilnya. Dalam perjalanan ke tempat kerja, tiba-tiba dia tidak bisa melihat jalan karena kaca depan menjadi kotor dan cairan anti bekunya mampet. Rupanya lubang saluran cairan itu tertutup es. Selain itu dia juga merasakan bahwa kedua ban depannya kempes, atau perlu angin. Ini adalah salah satu kesulitan yang sering kita alami. Suhu dingin membikin ban kempes.

Hari ini setelah saya memperbaiki masalah mobil, saya sempat jalan-jalan di sekitar lingkungan saya. Jalan-jalan sudah dibersihkan oleh petugas kebersihan. Tetapi selain itu semua sudah menjadi putih tertutup salju. Ini saya sajikan beberapa foto yang saya ambil di sekitar rumah saya.

Copyright@2017StoryLighthouse. All Right Reserved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s