Mengalami Amerika (37): Cinta Batik, Kangen Indonesia

Oleh Api Sulistyo

Lewat tulisan ini saya mau berbagi dan menampilkan sosok mud abelia, Amanda Wang, puteri Indonesia keturunan Cina dari Medan yang pindah ke Amerika pada tahun 2015 untuk kuliah. Pada bulan Desember, Amanda berhasil lulus dari University of Minnesota juruan kimia and ilmu komputer. Hebat kan? Begitu lulus Amanda segera mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan. Tapi sayang, pekerjaan ini dibatalkan karena COVID-19. Terus apa yang dia lakukan? Amanda yang cerdas dan berkepribadian manarik ini tak kehilangan akal.

Saya bertemu Manda pada tahun 2017 pertama ketika dia masih kuliah dan kami merayakan hari kemerdekaan kita bersama masyarakat Indonesia di Minnesota. Kami menjadi semakin kenal karena Manda bergabung dengan Pusaka Jawa Band sebagai pianist kami. “I passionate about art and music,” katanya. Dan tentu saja PJ Band menjadi semakin semarak.

Sudah empat tahun Amanda tidak pulang ke Indonesia. “Ini membuat Amanda kangen sekali dengan Indonesia. Terutama pemandangannya yang berwarna-warni, aneka masakan dan jajanan yang beraroma,” kisahnya.

“Saya suka menggabungkan budaya berbeda dalam karya artistik,” begitu tegasnya untuk mengikuti ketertarikan dan keinginannya. Amanda ingin menjadikan motif batik sebagai inspirasi karyanya. Dia memakai motif batik untuk barang-barang seperti tas, urung bantal, cangkir, buku nota, kaos, pakaian wanita, dst.

Secara khusus dia menyebutkan dua motif batik yang diminatinya: Batik Parang Kawung and Batik Pesisir Gurdo. Batik Parang Kawung yang menyerupai ombak-ombak menunjukkan nilai ketekunan. Motif kawung juga dikenal sebagai simbol kejujuran. Dia berharap para pemakainya menjiwai nilai kejujuran dan melakukan kebaikan. Warnanya sengaja dipilih menyerupai poselin Cina. “Percampuran budaya yang harmonis membawa kebahagiaan bagi saya,” tuturnya.

Batik Pesisir Gurdo mempunyai karakteristik Belanda, Cina, Arab, dan Jepang. “Warna batik pesisir lebih bervariasi daripada batik tradisional. Saya mengabstrakkan lambang nasional Indonesia, burung Gurdo (Garuda) di motif batik ini,” demikian jelasnya. Dia berharap bahwa pemakain batik motif ini menjiwai nilai keperkasaan, kebajikan, dan harapan seperti yang digambarkan oleh burung Garuda, terutama di saat-saat yang susah seperti pandemik.

Kedepannya Amanda ingin mendalami ilmu desain supaya bisa membuat produk yang menyenangkan dan ramah lingkungan untuk menyalurkan rasa rindunya tentang Indonesia. Untuk tahu lebih banyak tentang produk dan karyanya silahkan kunjungi, website amandawang.co Di website ini anda bisa temukan contoh karnyanya dalam “Art & Illustration portfolio” dan “Music section termasuk aransemen lagu-lagu pop dan komposisi original”.

Amanda juga bisa dihubungi lewat email wangamandaa@gmail.com untuk berkerja sama dalam “commissioned work, personalized designs, and calligraphy services.”

Karya Amanda bisa dibeli dari AmandaWangCo.redbubble.com dan di DesignByHumans.com/shop/AmandaWangCo

Semoga usahanya berjalan lancar dan berhasil untuk memperkenalkan batik dan Indonesia ke dunia internasional. Salam sukses untuk Amanda Wang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s