Masuk Telinga Kanan, Tulis di Kertas, Keluar Telinga Kiri

Ditulis oleh Tami Sulistyo Diterjemahkan oleh Api Sulistyo Saya pergi ke Beijing untuk belajar bahasa Mandari melalui program studi luar negeri waktu kuliah. Belajar Mandarin tidak mudah. Sebetulnya justru lebih mudah belajar bahasa China dulu waktu saya berumur empat tahun ketika tinggal di Singapur. Waktu itu kertas tipis warna biru muda yang dipakai anak-anak membaca…

Advertisements

Kenangan Adalah Inspirasi (2): Bangku Sekolah

Ditulis oleh Yohanes Berchmans Rosaryanto, OSC Melalui sepeda saya belajar mengenal diri saya sendiri dan berupaya untuk bertekun demi mencapai tujuan, menjadi rendah hati, dan mampu menghargai sesama meski berbeda (lihat Kenangan Pertama: Sepeda). Sampai kini saya masih belajar. Ada banyak pelajaran yang saya dapat dari peristiwa-peristiwa hidup. Saya menyebutnya sebagai pelajaran informal. Tentu ada…

In One Ear, Out onto Paper, and Out the Other Ear

By Tami Sulistyo I went to Beijing to learn Mandarin with a study abroad program during college. I can’t say learning that language came easy.  In fact I think it had been easier studying Chinese  back when I was four years old living in Singapore. At that time the pale blue thin and flimsy paper…

Jangan Bergaul Dengan Kaum “Gypsies” Dari Rumania

Ditulis Oleh: Tami Sulistyo Diterjemahkan oleh: Api Sulistyo Saya tidak pernah ingin belajar Bahasa Jerman. Tetapi saya itu 50% keturuanan Jerman, jadi seakan ada suatu keharusan. Setelah belajar Bahasa Perancis yang kedengaran bagaikan alunan musik, saya punya anggapan bahwa Bahasa Jerman itu kasar dan serak, sangat tidak menarik. Tentu saja begitu saya mempelajarinya waktu saya…

Stay Away From Those Gypsies

Written by Tami Sulistyo I never wanted to study the German language. But I am half German by heritage, so I felt obligated. After learning French for five years, which was music to my ears, my preconceived notion followed the stereotype that German was guttural and rough sounding, quite uninteresting. Of course, I fell in love with German…

Kamu Itu Ngomong Apa?

Ditulis oleh Api Sulistyo Unggah-ungguh “Kalau dengan orang tua ya harus pakai kata “caos” supaya sopan,” begitu simbok saya yang sangat nJawani, mengajari berbahasa Jawa dengan unggah-ungguh yang benar. Waktu itu saya masih duduk di bangku SD dan belum mengenal bahasa lain selain bahasa Jawa. Saya diminta untuk mengembalikan sesuatu ke ketangga kami. Dalam percakapan…

Kenangan Adalah Inspirasi

Ditulis oleh Yohanes Berchmans Rosaryanto, OSC Bagi saya, mengenang masa kecil selalu membangkitkan banyak gairah baru untuk menjalani hidup masa kini. Saya tidak ingat secara pasti sejak usia berapa tahun saya sudah mampu mengingat dengan baik kisah-kisah hidup saya. Yang masih tercatat baik dalam benak saya hanyalah pengalaman-pengalaman yang mengesankan. Ketika mulai menulis inipun peristiwa-peristiwa…